Punggawa Dari Tanah Manakarra

“Diam! Diam! Diam!, diam kalian semua?”, teriak sesosok pria berambut panjang berbadan kekar

Sontak seisi ruangan terdiam, semua mata tertuju pada sumber suara yang menggetarkan ruangan.

“Tidak mungkin kita menyerah pada mereka, ini tanah kelahiran kita, tanah yang akan tetap menjadai milik kita hingga anak cucu kelak, ini siri’ ” tegas pria berambut gondrong kali ini dengan posisi berdiri dan mengepalkan tangannya.

“Apa kalian sudah tidak punya siri’ dalam diri yang kalian bangga-banggakan itu? Dimana daengku’ yang katanya pemberani? ” sambungnya dengan nada yang lebih keras sambil -Selengkapnya

Advertisements

Cita-Cita Yang Menumpuk

“Saya ingin jadi Dokter,”

Kalimat itu spontan terlempar dari bibir ini ketika mendengar sebuah kalimat yang memotivasi diriku untuk terus memiliki impian.

Sejak berkenalan dengan cita-cita, saya merasa telah memasukkan ratusan cita-cita ke dalam daftar riwayat hidupku dan tak satupun dari daftar tersebut sepenuhnya berhasil diraih, justru beberapa dari daftar tersebut menjauh dari kehidupanku.

Bahkan, tempat dimana kaki ini berpijak sekarang tidak pernah -Selengkapnya

Tamu Agung Dari Ibukota

Punggawa Malolo tampak termenung di atas sebuah batu besar di Bukit Kassa sambil memandang kearah pesisir semenanjung laut Mamuju, disampingnya tampak Tatamalea dengan serius mengasah sebilah tombak yang sering digunakan sang Punggawa saat bertempur.
Di dekat Batu besar itu, Tadende yang berada di atas pohon memandangi sang Punggawa dengan serius. Sesekali Punggawa Malolo memalingkan pandangannya ke -Selengkapnya

Kabar Buruk Dari Pesisir

Pemuda itu terlihat panik, seolah membawa kabar yang akan membuat majikannya murka. Sudah setengah hari ia berlari dari pesisir untuk mencapai bukit Kassa, terlihat lelah diwajahnya namun ia terus berlari dan tidak menghentikan langkahnya.

Tidak jauh dari depannya, seorang petani berpakaian lusuh berjalan semakin mendekat ke arahnya. Ia membawa sebilah cangkul di tangan kanannya dan memikul seikat kayu di pundak kirinya. Dari raut wajah petani itu terlukis kebingungan melihat sosok pemuda yang -Selengkapnya